Tampilkan postingan dengan label Wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata. Tampilkan semua postingan

Senin, 21 Juli 2014

Makanan Khas Samarinda

Kali ini saya akan membahas makanan khas Samarinda, berupa makanan ringan namun terasa “istimewa” karena rasanya yang memang enak dan unik :)

Cocok untuk dijadikan cemilan sehari-hari dan juga untuk oleh-oleh, Saya berikan daftarnya, silakan di cek, siapa tahu kamu tertarik untuk mencobanya.... 

1.  Amplang
Amplang ini sejenis kerupuk yang berbentuk kotak atau lonjong,  rasanya gurih khas ikan dan renyah berbentuk lonjong pendek atau seperti kuku macan (makanya dinamakan amplang kuku macan) terdiri dari ikan pipih dan tenggiri, buat yang vegetarian ada juga amplang rumput laut, rasanya sama enaknya. Kalau mau beli amplang bisa ke jalan Slamet Riyadi, disana banyak sekali toko-toko penjual amplang dan bisa langsung melihat proses memasaknya.

Amplang Khas Samarinda yang sudah dikemas secara menarik, sumber : shopborneo
Amplang Khas Samarinda, ikan pipih dan tenggiri.

Minggu, 29 Juni 2014

Tepian Mahakam

Apabila berkunjung ke Samarinda pastilah melewati Tepian Mahakam (Mahakam River Park) yang berada di sebelah kiri Jl.Gajah Mada hingga Jl.Slamet Riyadi dekat Jembatan Mahakam. Taman ini dibuat pada periode 1990-an sebagai pengindah kota. Selain taman untuk masyarakat bersantai ria, Tepian Mahakam juga dilengkapi dengan fasilitas olahraga seperti lapangan voli, lapangan basket, dan lapangan sepak bola. Pada malam hari, Tepian Mahakam menjadi arena bermain anak-anak dan pujasera yang menjual berbagai macam makanan.

Taman di Tepian Mahakam


View Sungai Mahakam


Pedestrian
Lapangan Basket di Tepian

Sabtu, 28 Juni 2014

Mal-Mal yang ada di Samarinda

Nah, kalau pada postingan sebelumnya penulis membahas tentang wisata alam dan wisata budaya, sekarang penulis akan bercerita tentang wisata belanja yang ada di Samarinda.

Samarinda sebagai ibukota Kalimantan Timur juga sebagai daerah persinggahan masyarakat dari daerah lain. Maka Samarinda pun selayaknya ibukota dan kota-kota besar lainnya juga memiliki mal-mal megah nan menjulang baik yang sudah jadi maupun masih dalam tahap pembuatan.

Baik, mari kita telusuri satu per satu :

Mall pertama, adalah Mall Mesra Indah yang merupakan pusat perbelanjaan yang pertama berdiri di Kota Samarinda dan  terletak di Jalan K.H. Khalid yang merupakan daerah tersibuk di Samarinda dan dekat dengan Pasar Pagi. Mal ini dimiliki oleh pengusaha lokal dengan perusahaan yang bernaung di bawah Grup Mesra.


Sumber : Wikimapia
Kelebihan : Mall ini dekat dengan Pasar Pagi, jadi barang-barang yang dijual di mall ini lebih murah atau setara dengan barang yang ada di Pasar Pagi, Mall Mesra Indah memang dikonsep untuk kalangan konsumen menengah. Mall ini memiliki 3 lantai dengan beberapa tenant seperti Hero/Giant Supermarket, Es Teler 77, Texas Fried Chicken, Toko Buku Mesra Media, Optik Melawai, dan sebagainya.


Soto Banjar - Wisata Kuliner di Samarinda

Kuliner kedua yang perlu dicoba adalah soto banjar, terdiri dari ketupat, suwiran ayam, perkedel, irisan telur, potongan daun seledri dan bawang goreng serta kuah soto bumbu. Semua itu memberikan cita rasa yang sangat lezat apalagi kalau dimakan bersama-sama dengan sate ayam lebih terasa lezatnya. Tempat soto banjar yang enak menurut penulis ada di RM. Amado, Jl. Pangeran Hidayatullah. Disini mie goreng dan mie kuahnya juga enak, karena rasa mie dan kuahnya yang menyegarkan, dicampur dengan potongan telur, suwiran ayam dan bawang goreng. Enaknya sangat terasa. Soal harga sebanding dengan rasanya, semangkok soto berkisar Rp. 20.000 an.


RM. Amado
Kuliner Ketiga, adalah Bakso Awang Long Samarinda. Dulunya bakso ini ber alamat di Jalan Awang Long Samarinda terus pindah ke air hitam sekarang pindah lagi ke  JL. AW. Syahranie, RT. 009. Meskipun tempatnya pindah-pindah, tapi rasanya baksonya tetap sama enak. Mulai dari penulis balita sampai sekarang ini bakso sudah terkenal enak dan banyak pengunjungnya. Cita rasanya Juara, bakso disini hanya terdiri dari mie dan pentol bakso beserta kuah, tetapi perpaduan rasanya sungguh enak. Mengenai harga sih banyak orang memang bilang lebih mahal dibanding dengan tampilannya. Tapi kalau menurut penulis sih layak untuk sekelas bakso enak begini, harganya kisaran di Rp.15.000 an sd Rp 20.000,-.
RM. Bakso Awang Long
Nah, segini dulu ya info dari penulis tentang kuliner di Samarinda, berhubung ini bulan puasa (dan penulis juga sedang puasa) wisata kuliner ini bisa dijadikan referensi untuk tempat berbuka puasa baik sendiri, bersama pasangan atau bersama keluarga.


**** Wisata Kuliner Samarinda

Nasi Kuning - Wisata Kuliner di Samarinda

Selama penulis tinggal di Samarinda, penulis memiliki banyak tempat favorit untuk memanjakan selera, beraneka ragam kuliner tradisional dan modern telah penulis coba. Oleh karena itu pada tulisan ini, penulis akan memberikan informasi tempat-tempat kuliner yang direkomendasikan untuk dicoba oleh para pecinta kuliner ataupun para wisatawan yang datang ke kota Samarinda.

Kuliner pertama yang akan penulis bahas adalah : Nasi Kuning, tentu saja nasi yang berwarna kuning. Di Samarinda, Nasi Kuning hampir dapat ditemui di setiap tempat dan waktu. Di sinilah letak keunikannya, jika di daerah lain nasi kuning biasanya hanya dapat di temui pada pagi hari saat jam sarapan pagi, di kota Samarinda nasi kuning dapat di temui mulai dari pagi hingga dini hari.  Jadi jangan heran jika anda mendapati  penjual nasi kuning yang masih berjualan meski sudah larut malam.

Masjid Raya Darussalam Samarinda

Masjid yang dibangun dengan sangat megah dan terletak di pusat kota Samarinda ini bernama Masjid Raya Darussalam Samarinda. Pada awalnya, masjid yang dibangun di pinggiran Sungai Mahakam ini bernama Masjid Jami’ dengan luas sekitar 625 m². Pembangunan masjid ini diprakarsai oleh para saudagar suku Bugis dan Banjar dengan tujuan sebagai lambang sejarah dan keberadaan agama Islam di daerah tersebut.

Apabila dalam perjalanan dan tiba waktu sholat biasanya menyempatkan sholat di masjid ini. Dalam perkembangan kemudian, Masjid Raya Darussalam Samarinda mengalami dua kali renovasi, yaitu pada 1953 dan 1967. Meskipun mengalami renovasi, namun bentuk asli masjid tetap tidak berubah, yaitu berarsitektur Otoman dengan konsep Kerajaan Turki Kuno (Turki Usmani). Seiring dengan perkembangan penduduk Kota Samarinda yang semakin pesat, maka masjid ini diperluas hingga ke Jalan Yos Sudarso, dari awalnya berukuran sekitar 625 m² menjadi 15.000 m². Sekitar tahun 1990-an, bangunan masjid ini kembali diperbesar seperti yang ada sekarang tanpa mengubah ciri khasnya. Masjid yang kini bernama Masjid Raya Darussalam diresmikan oleh Menteri Agama Republik Indonesia yang saat itu dijabat oleh Dr. H. Tarmizi Taher pada tanggal 21 Rabi'ul Akhir 1418 H atau bertepatan dengan 25 Agustus 1997 M.
Masjid Raya Darussalam Samarinda adalah masjid terbesar kedua di Provinsi Kalimantan Timur setelah Masjid Islamic Center Samarinda (MISC) yang diresmikan pada tahun 2008. Konstruksi bangunan Masjid Raya Darussalam Samarinda terbuat dari bahan-bahan beton yang terdiri dari tiga lantai dan dilengkapi dengan empat menara pada empat penjuru bangunan utama yang didominasi warna putih. Di bagian atap masjid terdapat sebuah kubah besar berwarna hijau, ditambah dengan 4 kubah kecil lainnya di setiap sudut bagian atap masjid. Di bagian depan dan sisi kiri masjid terdapat tiga buah tangga masuk. Meskipun terbesar kedua, masjid ini tetap ramai oleh para jamah yang sholat dan beraktivitas di masjid. 


Masjid Raya Darussalam Samarinda (Sumber : Kemenag.go.id)

Mesjid Islamic Centre Samarinda

Setiap penulis berangkat dan pulang dari rumah, biasanya melewati sebuah masjid yang besar dan megah, insya Allah juga telah menjadi landmark dan ikon Samarinda. Masjid Islamic Center Samarinda Provinsi Kalimantan Timur terletak di kelurahan Teluk Lerong Ulu, Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Sisi depannya berada di Jl. Slamet Riyadi No 1 Samarinda, sedang kanan kirinya diapit oleh Jl. Anggi dan Jl. Meranti sedangkan bagian belakang berada di Jl. Ulin, juga menghadap ke sungai Mahakam. Sangat mudah untuk menemukan Islamic Center Samarinda, lokasinya hanya +/- 2 km dari jembatan Mahakam.


Mesjid Islamic Centre Samarinda

Masjid Shirothal Mustaqim Samarinda

Di Samarinda Seberang ada sebuah kampung yang bernama “Kampung Mesjid”. Kata “Mesjid” pada nama kampung ini memang merujuk pada sebuah masjid yang sudah berdiri ditengah kampung tersebut sejak abad ke 19. Masjid tersebut merupakan masjid tertua di kota Samarinda dibangun pada tahun 1881 dengan nama Masjid Jami’ dan sejak tahun 1960 namanya berganti menjadi Masjid Shirothal Mustaqim, setelah datangnya ulama dari Banjarmasin bernama KH Samuri Arsyad yang aktif mengajar di masjid ini. Perubahan nama masjid itu diawali beberapa musyawarah yang dilakukan KH Samsuri Arsyad bersama beberapa tokoh warga dan imam masjid. Setelah meminta petunjuk pada Allah SWT, akhirnya masjid itu berubah nama menjadi Masjid Shirothal Mustaqim hingga saat ini.

Masjid Shirotal Mustaqim terletak di Jalan Pangeran Bendahara, Kelurahan MasjidKecamatan Samarinda SeberangKota Samarinda, propinsi Kalimantan Timur. Untuk mencapainya dari pusat kota Samarinda, harus menyeberangi sungai Mahakam melalui Jembatan Mahakam dan dapat dicapai dengan kendaraan roda dua maupun empat. Masjid ini kini menjadi salah satu tempat wisata religi favorit di kota Samarinda. Ramai dikunjungi oleh berbagai kalangan. 
 
Masjid Shirotal Mustaqim

Citra Niaga

Tempat wisata yang letaknya tepat di dalam kota Samarinda adalah Citra Niaga yang dibangun pada tanggal 27 Agustus 1987. Citra Niaga pernah menjadi salah satu kebanggaan Kalimantan Timur, khususnya kota samarinda sebagai ibu kota provinsi. 
 
Citra Niaga
Tempat ini juga pernah memperolah Penghargaan Internasional Aga Khan untuk Arsitektur (Aga Khan Award for Architecture, AKAA) pada tahun 1989 silam. Sampai saat ini penghargaan itu dengan gagah terpajang di Citra Niaga.
AGA KHAN Award

Kebun Raya Unmul Samarinda

Tempat wisata di Samarinda yang juga asri dengan pepohonan, hewan, museum dan beragam jenis permainan outbond ada di Kebun Raya Unmul Samarinda (KRUS) yang merupakan tempat tujuan wisata favorit. Posisi KRUS berada sangat dengan dengan pusat Kota Samarinda. Hanya dibutuhkan waktu kurang-lebih 15 menit saja untuk tiba di KRUS yang berada di bagian utara Kota Samarinda.

Cikal-bakal KRUS dapat ditelusuri dari tahun 1974. Dimana pada waktu itu, Universitas Mulawarman (Unmul) menerima lahan seluas 300 hektar untuk dikelola sebagai kawasan hutan konservasi. Hal tersebut turut didukung oleh Pemkot Samarinda. Hal ini bisa terlihat dari dikeluarkannya perda yang menetapkan lahan yang telah diterima oleh Unmul sebagai kawasan hutan pendidikan. Semenjak itu kawasan hutan tersebut telah menjadi tempat riset dan juga tempat berkumpul bagi mahasiswa Unmul. 

Kebun Raya Unmul Samarinda

Telaga Permai Batu Besaung

Selain Air Terjun Tanah Merah, Samarinda juga memiliki wisata air terjun lainnya yang  juga indah dan menarik untuk dikunjungi. Telaga Permai Batu Besaung (TPBB) merupakan objek wisata yangmenawarkan pesona wisata alam Kalimantan. Dengan kawasan hijau yang ditumbuhi oleh banyak pohon hijau. Di tempat ini pula terdapat sungai kecil yang alirannya melewati kawasan TPBB. Karena perbedaan ketinggian permukaan tanah di TPBB, maka beberapa aliran yang dilewati oleh sungai kecil tersebut ada yang membentuk air terjun. TPBB hanya berjarak 15 km dari pusat kota Samarinda. Lokasi tersebut memberikan akses yang mudah bagi para pengunjung. Terutama bagi pengunjung yang berasal dari sekitar wilayah kota Samarinda. Karena tersedia transportasi umum yang bisa mengantarkan pengunjung menuju ke lokasi TPBB. Tentu saja pengunjung juga bisa datang ke TPBB dengan menggunakan kendaraan pribadi atau sewaan.

TPBB mempunyai beberapa air terjun. Air terjun tersebut tersebar di beberapa titik yang ada di wilayah TPBB. Semua air terjun yang dimiliki oleh TPBB mempunyai ketinggian yang rendah, tapi tetap menawarkan keindahaannya tersendiri yang bisa menambah daya tarik agar pengunjung mau datang ke TPBB. Karena ukuran air terjun yang tidak terlalu tinggi, maka telaga yang terbentuk dibawahnya juga tidak dalam. Dalam telaga air terjun tersebut tidak sampai setinggi lutut orang dewasa. Jadi telaganya hanya bisa untuk berendam, tidak untuk berenang. Tepat dibawah air terjun ini terdapat genangan air yang membentuk telaga. Pengunjung yang datang ke TPBB seringkali menyempatkan diri di telaga air yang berada dibawah air terjun. Berendam dan bermain air di telaga air terjun bisa terasa menyenangkan. Keberadaan telaga yang tersebar di beberapa titik mungkin adalah alasan kenapa objek wisata alam ini diberi nama sebagai Telaga Permai Batu Besaung. Karena benturan terus-menerus dari air terjun pada permukaan tanah dibawahnya menyebabkan terbentuknya telaga yang menjadi salah satu daya tarik TPBB.


Air Terjun Batu Besaung

Air Terjun Tanah Merah

Bagi yang suka dengan wisata air beserta rimbunan pepohonan mungkin Air Terjun Tanah Merah bisa dijadikan salah satu destinasi wisata yang tepat. Wisata Air terjun Tanah Merah Samarinda - Merupakan air terjun yang terletak sekitar 14 km dari pusat kota Samarinda, lebih tepatnya terletak di dusun Purwosari kecamatan Samarinda Utara. Air terjun Tanah Merah ini memiliki  ketinggian sekitar 15 meter. Air putih yang mengalir dibalik batu-batuanan besar dan begitu air jatuh ke telaga di bawahnya terlihat warna sebenarnya yang tidak jernih. Warna keruh ini disebabkan oleh komposisi tanah yang notabene gambut diatas lahan hutan yang bercampur dengan air dan menyebabkan air menjadi keruh. Kalau anda ingin berenang di sini boleh-boleh saja asal tetap di bibir air dan jangan terlalu dekat dengan air terjunnya karena bebatuan yang ada cukup licin.

Sumber : http://disbudparkom.samarindakota.go.id