Samarinda memiliki slogan Tepian yaitu Teduh, Rapi, Aman, dan Nyaman. Itulah harapan dan cita-cita kota ini beserta warga masyarakatnya. Layaknya kota-kota besar di Indonesia maka, demikian pula dengan Samarinda, sebagai ibukota Provinsi Kalimantan Timur dengan PAD yang tinggi maka seharusnya daerah dan warganya sejahtera, namun apa yang terjadi, kota Tepian yang kita cintai masih harus terus berbenah diri, mengingat banyak sekali permasalahan yang terus terjadi. Berikut akan penulis kemukakan satu per satu permasalahan yang penulis amati selama ini terjadi di kota kebanggaan kita ini.
Pertama, Banjir
| Banjir di Simpang empat Lembuswana (Sumber : Sapos.co.id) |
Apabila Pemkot ingin mengatasi masalah banjir harus melihat beberapa aspek,
pertama aspek penyiapan model penanganan banjir, kedua kemampuan pemkot dalam
penataan ruang atau lahan kota penyerap air, ketiga pemkot harus cepat dan responsif
menangani segala masalah banjir, ini soal komitmen untuk segera menuntaskan
masalah banjir, dan keempat adalah partisipasi aktif masyarakat warga kota
Samarinda untuk menjaga lingkungan hidup yang lebih berkualitas. Masukan dari
penulis sendiri sudah pernah dituliskan disini dan disini.