Kamis, 31 Juli 2014

Potensi Kota Samarinda dari berbagai aspek

Kota Samarinda merupakan Ibu Kota Provinsi Kalimantan Timur yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Kutai Kartanegara. Kota Samarinda memiliki iklim tropis, hujan sepanjang tahun dengan rata-rata curah hujan 1.649 mm/th. Kecepatan angin terendah sekitar 21 knot dan tertinggi sekitar 87 knot. Sungai-sungai yang melintas di Kota Samarinda memiliki pengaruh yang cukup besar pada perkembangan kota dan sebagai salah satu pusat perekonomian regional terpenting di Kalimantan Timur.

Kota Samarinda memiliki posisi dan kedudukan strategis bagi berbagai kegiatan industri, perdagangan barang dan jasa serta pemukiman yang berwawasan lingkungan.
Kota Samarinda yang berkedudukan sebagai Ibu Kota Provinsi Kalimantan Timur dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Kutai Kartanegara, memiliki batas-batas wilayah sebagai berikut :
  • Sebelah Utara : berbatasan  dengan Kecamatan Muara Badak Kabupaten Kutai Kartanegara.
  • Sebelah Timur : berbatasan  dengan Kecamatan Muara Badak, Kecamatan Anggana dan Kecamatan Sanga-sanga Kabupaten Kutai Kartanegara.
  • Sebelah Selatan : berbatasan dengan Kecamatan Loa Janan Kabupaten Kutai Kartanegara.
  • Sebelah Barat : berbatasan dengan Kecamatan Muara Badak, dan Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara.

Peta Samarinda (Sumber : Bappeda Samarinda)

Jumat, 25 Juli 2014

Kulinernya Samarinda

Postingan ini kelanjutan dari sini. Bagi penyuka kuliner seperti saya dan keluarga pasti punya tempat favorit untuk makan, mulai dari makanan ringan sampai makanan berat dengan beragam jenis dan variasinya. Sekarang saya akan berbagi info tempat-tempat makan yang ada di Samarinda sebagai destinasi kuliner yang layak kalian coba.


Wakil Wali Kota Samarinda Membahas Antisipasi Kebakaran dan Pengolahan Sampah

Sumber : Kaltim Post, 25 Juli 2014
Setelah sebelumnya Wali Kota Samarinda yang penulis bahas disini. Maka, pada berita Kaltim Post tanggal 25 Juli 2014, Wakil Wali Kota Samarinda, Bpk. Nusyirwan Ismail juga menyatakan perhatiannya tentang musibah kebakaran yang kerap kali terjadi akibat korsleting listrik, Ia pun menyatakan akan melakukan razia terhadap instalasi listrik yang ilegal yang bekerja sama dengan Distamben Samarinda, PLN, dan AKLI. Selain itu, ia juga membahas tentang komoditas pengganti batu bara seperti sawit dan singkong gajah, serta tenaga biodiesel pengganti solar.

Budaya dan Wisata yang Paling Menarik di Samarinda

Berdasarkan hasil survey pendapat warga tentang kota Samarinda yang dilakukan secara online disini.  Sampai dengan Jumat, 25 Juli 2014 pukul 11.00 Wita diketahui ada 30 responden yang telah mengisi kuesioner.
Ada 23 responden yang menyatakan pernah memberikan masukan kepada Pemerintah Kota Samarinda, sedangkan 7 responden tidak pernah seperti yang ditunjukkan oleh gambar 1 berikut.  Hal ini menunjukkan sebagian besar responden aktif dalam memberikan aspirasi kepada pemkot Samarinda. 
Gambar 1. Responden yang menyatakan memberi masukan pada Pemkot

Selasa, 22 Juli 2014

Samarinda, si Kota Tepian


Samarinda memiliki slogan Tepian yaitu Teduh, Rapi, Aman, dan Nyaman. Itulah harapan dan cita-cita kota ini beserta warga masyarakatnya. Layaknya kota-kota besar di Indonesia maka, demikian pula dengan Samarinda, sebagai ibukota Provinsi Kalimantan Timur dengan PAD yang tinggi maka seharusnya daerah dan warganya sejahtera, namun apa yang terjadi, kota Tepian yang kita cintai masih harus terus berbenah diri, mengingat banyak sekali permasalahan yang terus terjadi. Berikut akan penulis kemukakan satu per satu permasalahan yang penulis amati selama ini terjadi di kota kebanggaan kita ini.

Pertama, Banjir
Banjir di Simpang empat Lembuswana (Sumber : Sapos.co.id)
Masalah banjir saat ini menjadi momok yang cukup sering terjadi saat ini, bahkan ketika hujan tidak begitu deras sekalipun, tanda-tanda akan banjir tetap terlihat setelah hujannya reda, lihat saja di simpang empat lembuswana, Jl.antasari dan masih banyak lagi warga yang was-was setiap hujan kalau rumahnya banjir. Banyak yang beranggapan banjir disebabkan kurangnya ruang terbuka hijau, pesatnya perkembangan gedung, dan maraknya penambangan yang ada.

Apabila Pemkot ingin mengatasi masalah banjir harus melihat beberapa aspek, pertama aspek penyiapan model penanganan banjir, kedua kemampuan pemkot dalam penataan ruang atau lahan kota penyerap air, ketiga pemkot harus cepat dan responsif menangani segala masalah banjir, ini soal komitmen untuk segera menuntaskan masalah banjir, dan keempat adalah partisipasi aktif masyarakat warga kota Samarinda untuk menjaga lingkungan hidup yang lebih berkualitas. Masukan dari penulis sendiri sudah pernah dituliskan disini dan disini.

Senin, 21 Juli 2014

Wali Kota Samarinda akan bangun Taman Tiap Kecamatan

Sumber : Kaltim Post, 21 Juli 2014

Makanan Khas Samarinda

Kali ini saya akan membahas makanan khas Samarinda, berupa makanan ringan namun terasa “istimewa” karena rasanya yang memang enak dan unik :)

Cocok untuk dijadikan cemilan sehari-hari dan juga untuk oleh-oleh, Saya berikan daftarnya, silakan di cek, siapa tahu kamu tertarik untuk mencobanya.... 

1.  Amplang
Amplang ini sejenis kerupuk yang berbentuk kotak atau lonjong,  rasanya gurih khas ikan dan renyah berbentuk lonjong pendek atau seperti kuku macan (makanya dinamakan amplang kuku macan) terdiri dari ikan pipih dan tenggiri, buat yang vegetarian ada juga amplang rumput laut, rasanya sama enaknya. Kalau mau beli amplang bisa ke jalan Slamet Riyadi, disana banyak sekali toko-toko penjual amplang dan bisa langsung melihat proses memasaknya.

Amplang Khas Samarinda yang sudah dikemas secara menarik, sumber : shopborneo
Amplang Khas Samarinda, ikan pipih dan tenggiri.

Minggu, 29 Juni 2014

Tepian Mahakam

Apabila berkunjung ke Samarinda pastilah melewati Tepian Mahakam (Mahakam River Park) yang berada di sebelah kiri Jl.Gajah Mada hingga Jl.Slamet Riyadi dekat Jembatan Mahakam. Taman ini dibuat pada periode 1990-an sebagai pengindah kota. Selain taman untuk masyarakat bersantai ria, Tepian Mahakam juga dilengkapi dengan fasilitas olahraga seperti lapangan voli, lapangan basket, dan lapangan sepak bola. Pada malam hari, Tepian Mahakam menjadi arena bermain anak-anak dan pujasera yang menjual berbagai macam makanan.

Taman di Tepian Mahakam


View Sungai Mahakam


Pedestrian
Lapangan Basket di Tepian

Jembatan Mahakam

Semua orang Samarinda pasti tahu dengan Jembatan Mahakam, Jembatan yang paling vital keberadaannya, jembatan sebagai gerbang masuk ke Samarinda kota. Jembatan Mahakam (atau Jembatan Mahkota I) adalah sebuah jembatan yang dibangun di atas alur Sungai Mahakam yang menghubungkan kawasan Samarinda kota dengan wilayah kecamatan Samarinda Seberang. Jembatan tersebut sangat vital bagi pengguna kendaraan sebagai jalur keluar masuk kendaraan dari dan menuju luar kota Samarinda. Jembatan Mahakam dibangun pada tahun 1987 dan diresmikan oleh Presiden Soeharto. Jembatan Mahakam memiliki ciri-ciri rangka baja berbentuk segitiga dan tulisan "JEMBATAN MAHAKAM" berbentuk setengah lingkaran. Jembatan dibangun dengan biaya konstruksi Rp7 miliar oleh kontraktor PT Hutama Karya (Persero) dengan panjang 400 meter, lebar 10 meter dan tinggi sekitar 5 meter di atas permukaan aspal. Jembatan ini memiliki lajur pejalan kaki di sampingnya.
Jembatan Mahakam (Sumber : Wikipedia)

Sabtu, 28 Juni 2014

Mal-Mal yang ada di Samarinda

Nah, kalau pada postingan sebelumnya penulis membahas tentang wisata alam dan wisata budaya, sekarang penulis akan bercerita tentang wisata belanja yang ada di Samarinda.

Samarinda sebagai ibukota Kalimantan Timur juga sebagai daerah persinggahan masyarakat dari daerah lain. Maka Samarinda pun selayaknya ibukota dan kota-kota besar lainnya juga memiliki mal-mal megah nan menjulang baik yang sudah jadi maupun masih dalam tahap pembuatan.

Baik, mari kita telusuri satu per satu :

Mall pertama, adalah Mall Mesra Indah yang merupakan pusat perbelanjaan yang pertama berdiri di Kota Samarinda dan  terletak di Jalan K.H. Khalid yang merupakan daerah tersibuk di Samarinda dan dekat dengan Pasar Pagi. Mal ini dimiliki oleh pengusaha lokal dengan perusahaan yang bernaung di bawah Grup Mesra.


Sumber : Wikimapia
Kelebihan : Mall ini dekat dengan Pasar Pagi, jadi barang-barang yang dijual di mall ini lebih murah atau setara dengan barang yang ada di Pasar Pagi, Mall Mesra Indah memang dikonsep untuk kalangan konsumen menengah. Mall ini memiliki 3 lantai dengan beberapa tenant seperti Hero/Giant Supermarket, Es Teler 77, Texas Fried Chicken, Toko Buku Mesra Media, Optik Melawai, dan sebagainya.


Soto Banjar - Wisata Kuliner di Samarinda

Kuliner kedua yang perlu dicoba adalah soto banjar, terdiri dari ketupat, suwiran ayam, perkedel, irisan telur, potongan daun seledri dan bawang goreng serta kuah soto bumbu. Semua itu memberikan cita rasa yang sangat lezat apalagi kalau dimakan bersama-sama dengan sate ayam lebih terasa lezatnya. Tempat soto banjar yang enak menurut penulis ada di RM. Amado, Jl. Pangeran Hidayatullah. Disini mie goreng dan mie kuahnya juga enak, karena rasa mie dan kuahnya yang menyegarkan, dicampur dengan potongan telur, suwiran ayam dan bawang goreng. Enaknya sangat terasa. Soal harga sebanding dengan rasanya, semangkok soto berkisar Rp. 20.000 an.


RM. Amado
Kuliner Ketiga, adalah Bakso Awang Long Samarinda. Dulunya bakso ini ber alamat di Jalan Awang Long Samarinda terus pindah ke air hitam sekarang pindah lagi ke  JL. AW. Syahranie, RT. 009. Meskipun tempatnya pindah-pindah, tapi rasanya baksonya tetap sama enak. Mulai dari penulis balita sampai sekarang ini bakso sudah terkenal enak dan banyak pengunjungnya. Cita rasanya Juara, bakso disini hanya terdiri dari mie dan pentol bakso beserta kuah, tetapi perpaduan rasanya sungguh enak. Mengenai harga sih banyak orang memang bilang lebih mahal dibanding dengan tampilannya. Tapi kalau menurut penulis sih layak untuk sekelas bakso enak begini, harganya kisaran di Rp.15.000 an sd Rp 20.000,-.
RM. Bakso Awang Long
Nah, segini dulu ya info dari penulis tentang kuliner di Samarinda, berhubung ini bulan puasa (dan penulis juga sedang puasa) wisata kuliner ini bisa dijadikan referensi untuk tempat berbuka puasa baik sendiri, bersama pasangan atau bersama keluarga.


**** Wisata Kuliner Samarinda

Nasi Kuning - Wisata Kuliner di Samarinda

Selama penulis tinggal di Samarinda, penulis memiliki banyak tempat favorit untuk memanjakan selera, beraneka ragam kuliner tradisional dan modern telah penulis coba. Oleh karena itu pada tulisan ini, penulis akan memberikan informasi tempat-tempat kuliner yang direkomendasikan untuk dicoba oleh para pecinta kuliner ataupun para wisatawan yang datang ke kota Samarinda.

Kuliner pertama yang akan penulis bahas adalah : Nasi Kuning, tentu saja nasi yang berwarna kuning. Di Samarinda, Nasi Kuning hampir dapat ditemui di setiap tempat dan waktu. Di sinilah letak keunikannya, jika di daerah lain nasi kuning biasanya hanya dapat di temui pada pagi hari saat jam sarapan pagi, di kota Samarinda nasi kuning dapat di temui mulai dari pagi hingga dini hari.  Jadi jangan heran jika anda mendapati  penjual nasi kuning yang masih berjualan meski sudah larut malam.

Masjid Raya Darussalam Samarinda

Masjid yang dibangun dengan sangat megah dan terletak di pusat kota Samarinda ini bernama Masjid Raya Darussalam Samarinda. Pada awalnya, masjid yang dibangun di pinggiran Sungai Mahakam ini bernama Masjid Jami’ dengan luas sekitar 625 m². Pembangunan masjid ini diprakarsai oleh para saudagar suku Bugis dan Banjar dengan tujuan sebagai lambang sejarah dan keberadaan agama Islam di daerah tersebut.

Apabila dalam perjalanan dan tiba waktu sholat biasanya menyempatkan sholat di masjid ini. Dalam perkembangan kemudian, Masjid Raya Darussalam Samarinda mengalami dua kali renovasi, yaitu pada 1953 dan 1967. Meskipun mengalami renovasi, namun bentuk asli masjid tetap tidak berubah, yaitu berarsitektur Otoman dengan konsep Kerajaan Turki Kuno (Turki Usmani). Seiring dengan perkembangan penduduk Kota Samarinda yang semakin pesat, maka masjid ini diperluas hingga ke Jalan Yos Sudarso, dari awalnya berukuran sekitar 625 m² menjadi 15.000 m². Sekitar tahun 1990-an, bangunan masjid ini kembali diperbesar seperti yang ada sekarang tanpa mengubah ciri khasnya. Masjid yang kini bernama Masjid Raya Darussalam diresmikan oleh Menteri Agama Republik Indonesia yang saat itu dijabat oleh Dr. H. Tarmizi Taher pada tanggal 21 Rabi'ul Akhir 1418 H atau bertepatan dengan 25 Agustus 1997 M.
Masjid Raya Darussalam Samarinda adalah masjid terbesar kedua di Provinsi Kalimantan Timur setelah Masjid Islamic Center Samarinda (MISC) yang diresmikan pada tahun 2008. Konstruksi bangunan Masjid Raya Darussalam Samarinda terbuat dari bahan-bahan beton yang terdiri dari tiga lantai dan dilengkapi dengan empat menara pada empat penjuru bangunan utama yang didominasi warna putih. Di bagian atap masjid terdapat sebuah kubah besar berwarna hijau, ditambah dengan 4 kubah kecil lainnya di setiap sudut bagian atap masjid. Di bagian depan dan sisi kiri masjid terdapat tiga buah tangga masuk. Meskipun terbesar kedua, masjid ini tetap ramai oleh para jamah yang sholat dan beraktivitas di masjid. 


Masjid Raya Darussalam Samarinda (Sumber : Kemenag.go.id)

Mesjid Islamic Centre Samarinda

Setiap penulis berangkat dan pulang dari rumah, biasanya melewati sebuah masjid yang besar dan megah, insya Allah juga telah menjadi landmark dan ikon Samarinda. Masjid Islamic Center Samarinda Provinsi Kalimantan Timur terletak di kelurahan Teluk Lerong Ulu, Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Sisi depannya berada di Jl. Slamet Riyadi No 1 Samarinda, sedang kanan kirinya diapit oleh Jl. Anggi dan Jl. Meranti sedangkan bagian belakang berada di Jl. Ulin, juga menghadap ke sungai Mahakam. Sangat mudah untuk menemukan Islamic Center Samarinda, lokasinya hanya +/- 2 km dari jembatan Mahakam.


Mesjid Islamic Centre Samarinda

Masjid Shirothal Mustaqim Samarinda

Di Samarinda Seberang ada sebuah kampung yang bernama “Kampung Mesjid”. Kata “Mesjid” pada nama kampung ini memang merujuk pada sebuah masjid yang sudah berdiri ditengah kampung tersebut sejak abad ke 19. Masjid tersebut merupakan masjid tertua di kota Samarinda dibangun pada tahun 1881 dengan nama Masjid Jami’ dan sejak tahun 1960 namanya berganti menjadi Masjid Shirothal Mustaqim, setelah datangnya ulama dari Banjarmasin bernama KH Samuri Arsyad yang aktif mengajar di masjid ini. Perubahan nama masjid itu diawali beberapa musyawarah yang dilakukan KH Samsuri Arsyad bersama beberapa tokoh warga dan imam masjid. Setelah meminta petunjuk pada Allah SWT, akhirnya masjid itu berubah nama menjadi Masjid Shirothal Mustaqim hingga saat ini.

Masjid Shirotal Mustaqim terletak di Jalan Pangeran Bendahara, Kelurahan Masjid, Kecamatan Samarinda Seberang, Kota Samarinda, propinsi Kalimantan Timur. Untuk mencapainya dari pusat kota Samarinda, harus menyeberangi sungai Mahakam melalui Jembatan Mahakam dan dapat dicapai dengan kendaraan roda dua maupun empat. Masjid ini kini menjadi salah satu tempat wisata religi favorit di kota Samarinda. Ramai dikunjungi oleh berbagai kalangan. 
 
Masjid Shirotal Mustaqim

Citra Niaga

Tempat wisata yang letaknya tepat di dalam kota Samarinda adalah Citra Niaga yang dibangun pada tanggal 27 Agustus 1987. Citra Niaga pernah menjadi salah satu kebanggaan Kalimantan Timur, khususnya kota samarinda sebagai ibu kota provinsi. 
 
Citra Niaga
Tempat ini juga pernah memperolah Penghargaan Internasional Aga Khan untuk Arsitektur (Aga Khan Award for Architecture, AKAA) pada tahun 1989 silam. Sampai saat ini penghargaan itu dengan gagah terpajang di Citra Niaga.
AGA KHAN Award

Kebun Raya Unmul Samarinda

Tempat wisata di Samarinda yang juga asri dengan pepohonan, hewan, museum dan beragam jenis permainan outbond ada di Kebun Raya Unmul Samarinda (KRUS) yang merupakan tempat tujuan wisata favorit. Posisi KRUS berada sangat dengan dengan pusat Kota Samarinda. Hanya dibutuhkan waktu kurang-lebih 15 menit saja untuk tiba di KRUS yang berada di bagian utara Kota Samarinda.

Cikal-bakal KRUS dapat ditelusuri dari tahun 1974. Dimana pada waktu itu, Universitas Mulawarman (Unmul) menerima lahan seluas 300 hektar untuk dikelola sebagai kawasan hutan konservasi. Hal tersebut turut didukung oleh Pemkot Samarinda. Hal ini bisa terlihat dari dikeluarkannya perda yang menetapkan lahan yang telah diterima oleh Unmul sebagai kawasan hutan pendidikan. Semenjak itu kawasan hutan tersebut telah menjadi tempat riset dan juga tempat berkumpul bagi mahasiswa Unmul. 

Kebun Raya Unmul Samarinda

Telaga Permai Batu Besaung

Selain Air Terjun Tanah Merah, Samarinda juga memiliki wisata air terjun lainnya yang  juga indah dan menarik untuk dikunjungi. Telaga Permai Batu Besaung (TPBB) merupakan objek wisata yangmenawarkan pesona wisata alam Kalimantan. Dengan kawasan hijau yang ditumbuhi oleh banyak pohon hijau. Di tempat ini pula terdapat sungai kecil yang alirannya melewati kawasan TPBB. Karena perbedaan ketinggian permukaan tanah di TPBB, maka beberapa aliran yang dilewati oleh sungai kecil tersebut ada yang membentuk air terjun. TPBB hanya berjarak 15 km dari pusat kota Samarinda. Lokasi tersebut memberikan akses yang mudah bagi para pengunjung. Terutama bagi pengunjung yang berasal dari sekitar wilayah kota Samarinda. Karena tersedia transportasi umum yang bisa mengantarkan pengunjung menuju ke lokasi TPBB. Tentu saja pengunjung juga bisa datang ke TPBB dengan menggunakan kendaraan pribadi atau sewaan.

TPBB mempunyai beberapa air terjun. Air terjun tersebut tersebar di beberapa titik yang ada di wilayah TPBB. Semua air terjun yang dimiliki oleh TPBB mempunyai ketinggian yang rendah, tapi tetap menawarkan keindahaannya tersendiri yang bisa menambah daya tarik agar pengunjung mau datang ke TPBB. Karena ukuran air terjun yang tidak terlalu tinggi, maka telaga yang terbentuk dibawahnya juga tidak dalam. Dalam telaga air terjun tersebut tidak sampai setinggi lutut orang dewasa. Jadi telaganya hanya bisa untuk berendam, tidak untuk berenang. Tepat dibawah air terjun ini terdapat genangan air yang membentuk telaga. Pengunjung yang datang ke TPBB seringkali menyempatkan diri di telaga air yang berada dibawah air terjun. Berendam dan bermain air di telaga air terjun bisa terasa menyenangkan. Keberadaan telaga yang tersebar di beberapa titik mungkin adalah alasan kenapa objek wisata alam ini diberi nama sebagai Telaga Permai Batu Besaung. Karena benturan terus-menerus dari air terjun pada permukaan tanah dibawahnya menyebabkan terbentuknya telaga yang menjadi salah satu daya tarik TPBB.


Air Terjun Batu Besaung

Air Terjun Tanah Merah

Bagi yang suka dengan wisata air beserta rimbunan pepohonan mungkin Air Terjun Tanah Merah bisa dijadikan salah satu destinasi wisata yang tepat. Wisata Air terjun Tanah Merah Samarinda - Merupakan air terjun yang terletak sekitar 14 km dari pusat kota Samarinda, lebih tepatnya terletak di dusun Purwosari kecamatan Samarinda Utara. Air terjun Tanah Merah ini memiliki  ketinggian sekitar 15 meter. Air putih yang mengalir dibalik batu-batuanan besar dan begitu air jatuh ke telaga di bawahnya terlihat warna sebenarnya yang tidak jernih. Warna keruh ini disebabkan oleh komposisi tanah yang notabene gambut diatas lahan hutan yang bercampur dengan air dan menyebabkan air menjadi keruh. Kalau anda ingin berenang di sini boleh-boleh saja asal tetap di bibir air dan jangan terlalu dekat dengan air terjunnya karena bebatuan yang ada cukup licin.

Sumber : http://disbudparkom.samarindakota.go.id

Jumat, 27 Juni 2014

Banjir di Samarinda


Saat ini di kota Samarinda, setiap kali datang hujan baik itu rintik-rintik apalagi deras walaupun hanya beberapa jam saja, warga Samarinda mulai diliputi kecemasan akan datangnya banjir . Jangankan di jalanan utama, di dalam rumah pun bisa terendam banjir. 

Mengapa hal ini bisa terjadi, Menurut pengamatan penulis, permasalahan banjir di Kota Samarinda disebabkan oleh 3 faktor utama, yakni sistem drainase, hutan kota, dan pertambangan. Hutan kota sebagai pengendali keseimbangan tata air yang berada di Samarinda saat ini sudah mulai berkurang bahkan hanya mencapai 8,25% dari luas Kota Samarinda. Hal ini disebabkan oleh banyaknya hutan kota yang digusur menjadi permukiman dan lainnya, sehingga berdampak buruk bagi masyarakat luas, termasuk di sekitar rumah penulis, yang dahulunya rimbun dengan pepohonan, sekarang mulai dibuat perumahan-perumahan baru oleh para developer yang katanya sudah mengantongi izin dari pemerintah. 

Biasanya setelah diguyur hujan lebat, sejumlah titik di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, kebanjiran. Dampaknya, nyaris seluruh ruas jalan dalam kota macet di saat jam kantor. Sejumlah ruas jalan yang menjadi langganan banjir pun terendam hingga ketinggian lutut orang dewasa. Daerah langganan banjir biasanya berada di Simpang Empat Sempaja, di seputaran Stadion Madya Sempaja. Air mengalir deras dari arah barat menuju Simpang Empat Sempaja.

Sumber : Sapos.co.id